Tuesday, September 6, 2016

Ikan asin tumis cabai hijau / Stir fry salted fish with chillies



BAHAN-BAHAN
300 gram ikan asin tanpa tulang, potong dadu, rendam dengan air hangat. Goreng dan sisihkan.
3 siung bawang merah
3 siung bawang putih
8 cabai hijau
4 cabai merah
1/2 tomat
3 belimbing wuluh
5 SDM minyak makan
1/2 SDT garam

CARA
1. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum kemudian masukkan semua cabai, tomat dan belimbing wuluh. Aduk-aduk.
2. Tambahkan ikan asin yang telah digoreng.
3. Masukkan garam.
4. Sajikan.

Strawberry yoghurt smoothies.


BAHAN: 
2 bungkus strawberry sekitar 250 gram) 
1 yoghurt merek elle fire rasa plain atau strawberry
2 SDM gula
300 mL susu cair plain (kekentalan bisa disesuaikan dengan selera)


CARA:
  • Campur semuanya dan blender sampai halus.
  • Tambahkan es bila suka. 
  • Sajikan.

MImpi Itu Sempat Hilang


Sejak kecil aku selalu punya mimpi yang paling hebat: melihat dunia luar. Beranjak masuk SMP aku semakin yakin kalau mimpi itu bisa diwijudkan dengan punya nilai-nilai bagus dan punya dukungan dari orang tua dan guru-guru. Jadi mulailah aku kembangkan mimpi itu, sampai-sampai kalau ditanya orang negeri apa yang akan aku kunjungi pertama kali maka aku akan menjawab dengan manis: Jepang dan UK. Nah aku pasti langsung kebingungan ketika ditanyakan apa alasanku untuk mengunjungi kedua negara tersebut. Aku cuma bisa bilang begini: Mau pegang salju (ga make sense bangets ya?). Dan aku pun mulai tergila-gila dengan bahasa Inggris yang awalnya sama sekali tidak aku sukai.

Masuk SMU maka aku mulai punya tujuan ke luar negeri: jalan-jalan dan belajar budaya asing. Masih belum terbayang di dalam pikiranku apakah aku bisa segera ke sana. Masalah terbesar adalah orang tuaku sangat strict untuk alasan keluar rumah kecuali untuk sekolah. Tetapi aku selalu berharap agar peraturan papaku akan segera berubah ketika aku masuk PTN. Malangnya, peraturan tersebut semakin ketat, malah aku terancam untuk ke Medan dan keliling Aceh. Sejujurnya, Banda Aceh pun aku tak tahu semua seluk-beluknya. Tetapi dengan bangga selalu menjawab dengan “aku ini orang Banda Aceh asli lho!”. Singkat cerita aku semakin yakin kalau aku yang tidak pintar ini bisa ke luar negeri dengan gampang. Aku selalu berpartipasi dalam English Club, program pertukaran pemuda (walaupun selalu gatot: gagal total) dan berlangganan majalah yang berbahasa Inggris. Aku tetap percaya diri kalau aku memang bisa (maksa bangets ya?) walaupun belum ada tanda-tanda bahwa mimpi itu akan bisa terwujud.

Bukti-bukti itu muncul tak lama setelah tsunami 2004, aku terlibat sebagai volunteer di rumah sakit pemerintah di Banda Aceh. Dengan bermodalkan beberapa pasang pakaian layak (aku jatuh miskin karena seisi rumahku dipinjam oleh tsunami) yang diberikan oleh temanku maka aku pun melangkah ke rumah sakit tersebut dengan niat menolong korban tsunami yang nasibnya jauh lebih tidak seberuntung aku. JobDes aku menerjemahkan dari English ke Indonesian dan Acehnese. Awalnya sempat kagok karena bahasa Acehku sedikit kurang gaul dibandingkan dengan pasien-pasien pasca operasi tersebut. Tetapi aku selalu berusaha memberikan yang terbaik alias pede ajah. Ketika itu teman-teman mahasiswa keperawatan Universitas Syiah Kuala  diminta tolong oleh dosen-dosen kami untuk membantu para tentara Australia, UK dan New Zealand yang sedang bertugas di rumah sakit tersebut. Semua tentara yang merangkap sebagai tim medis itu sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia, apalagi bahasa Aceh. Selama kami bertugas di RS tersebut aku semakin menyadari bahwa bahasa Inggris aku sudah lumayan dan masih harus diasah agar semakin tajam dan semua orang asing bisa mengerti apa maksudku.

Kuliah pun dimulai lagi pada Februari 2005. Walaupun aku dan keluargaku harus mengungsi selama 10 bulan dan mengulang kembali proposal skripsi dan yang berujung akan tamat tidak sesuai dengan target, toh aku tetap positive thinking : semua akan ada hikmahnya. Aku selalu yakin dan percaya bahwa Allah tidak segan-segan menolong hambanya kapanpun dan di mana pun.
Mimpi itu hilang timbul ketika aku berada di penghujung bangku kuliah. Aku hanya punya cita-cita membahagiakan orang tuaku dengan cara selalu bersama dengan mereka (walaupun aku tidak suka duduk di rumah). Nah, setelah selesai program profesi aku Alhamdulillah diterima bekerja sebagai staff pengajar non permanen di program studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Maka aku kembali ingat mimpi yang sempat hilang dari pikiranku tersebut. Aku mulai melamar segala macam beasiswa yang aku tahu dan yang kira-kira aku bisa memenuhi syaratnya. Berikut ini kronologisnya:
  1. Beasiswa dari pemeritah UK untuk staff pengajar UNSYIAH dan IAIN Ar-Raniry Banda Aceh dengan hasil akhir: gagal
  2. Ford Foundation dengan hasil  langsung gagal di seleksi pertama
  3. Fulbright tsunami relief program dengan hasil awal: gagal
  4. STUNED dengan hasil awal: langsung gagal
  5. Pemda Aceh dengan hasil akhir: gagal
Setelah berpartipasi dalam trial and error semua beasiswa di atas aku langsung menyerah. Saat itu aku berpikir bahwa aku memang tidak bisa mewujudkan mimpi masa kecilku itu maka aku mulai mencintai pekerjaanku. Sampai ketika aku membongkar-bongkar berkas yang aku bawa pulang dari pelatihan IELTS di Surabaya, aku ingat kalau aku pernah dibagikan formulir untuk beasiswa ADS. Maka aku pun tak mau ketinggalan untuk berpartisipasi dengan mengirimkan berkasku menjelang deadline.

And here I am in Flinders university, Adelaide, Australia. I just wanna share this story that dreams can be achieved if you live them in your heart and mind. It is not a big deal if you fail but the most important thing is you still keep them alive. And we never know whose wishing (for you) and which wishing (for you as well) that God listens to.

So, just live your dreams and wait them to be come true ^______^

27th January 2011
5/20 Kelvin Rd, Bedford Park, South Australia 5042




http://motivasibeasiswa.org/2013/03/10/nani-safuni/

Saturday, September 3, 2016

Potato bake with broccoli and beans and topped with mozarella cheese / Kentang panggang dengan brokoli dan arcis bertoping keju mozarella





BAHAN-BAHAN :
4 kentang ukuran sedang, kupas dan rebus sampai matang
100 gram arcis
100 gram brokoli
1 batang bawang prei
300 mL susu segar/UHT
4 SDM mentega tawar
2 SDM terigu all purpose

 
BUMBU-BUMBU :
2 siung bawang putih cincang
1/2 bawang bombay cincang
1 SDT rosemary kering
1/2 SDT merica bubuk
1 SDT garam
1 SDT gula

TOPING :
Keju mozarella parut
Paprika

CARA:
1. Oleskan mentega di pinggan kaca/loyang. Sisihkan.
2. Iris tipis-tipis kentang. Lalu susun satu lapis di dalam pinggan tahan panas.
3. Panaskan minyak, lalu masukkan bawang putih dan bawang bombay. Aduk-aduk dan tunggu sampai harum.
4. Tambahkan brokoli, arcis dan bawang prei. Aduk rata, kemudian tambahkan rosemary, merica, gula dan garam.
5. Masukkan terigu sambil diayak, aduk pelan, kemudian tuang susu perlahan-lahan.
6. Tunggu sampai mendidih dan masak dengan api kecil.
7. Masukkan sesendok demi sesendok ke atas kentang yang telah disusun di dalam pinggan. Lalu susun lagi kentang iris di atasnya. Tuangkan lagi saus putih. Lakukan terus demikian sampai memenuhi pinggan/loyang.
8. Taburkan keju mozarella dan paprika.
9. Panggang sampai toping berwarna emas kecoklatan.

Creamy corn soup with beef










 






WHAT YOU NEED

1/2 onion, chopped
3 clove garlic, minced
1/2 teaspoons mixed herbs
3 tablespoons butter
3 tablespoons all-purpose flour
100 gram beef, chopped

500 mL milk
300 mL beef broth

2 corns
1/2 capsicum, chopped
1 onion spring, chopped

1 teaspoon salt
1/2 teaspoon sugar
1 teaspoon ground pepper

HOW TO

1. In a large pot over medium heat, combine the onion, garlic, beef, mixed herbs, pepper, salt, sugar and butter.
2. Saute until onions are tender. Add the flour, stirring well, to make a pasty mixture. Whisk in the milk and the broth.
3. Add the corn and allow to heat through. Add capsicum and spring onion. Stir together and serve.

Tumis jamur



 
BAHAN-BAHAN
250 gram jamur, iris dengan ketebalan medium
2 siung bawang putih, cacah
2 siung bawang merah, iris kasar
2 cabai hijau, iris miring
6 cabai rawit warna merah
1 bawang prei (kucai)
1/4 SDT garam
4 SDM minyak canola


CARA
1. Panaskan minyak lalu masukkan bawang putih dan bawang merah. Tunggu sampai harum dan layu.
2. Tambahkan cabai dan jamur. Aduk pelan.
3.Tambahkan garam.
4. Masukkan bawang prei.
5. Siap disajikan.

Friday, September 2, 2016

Tumis jagung muda, brokoli dan bunga kol





Bahan-bahan : 
6 SDM minyak zaitun
3 siung bawang putih, iris halus
2 siung bawang merah, iris halus
3 buah cabai hijau, iris serong
1 buah tomat ukuran sedang, kupas kulitnya dan iris kotak-kotak
5 buah jagung bayi ukuran besar, potong serong
1 bongkol sedang bunga kol, potong sesuai selera
1 bongkol kecil brokoli, potong sesuai selera
1 batang daun bawang, iris serong
1/2 sdt garam
Air secukupnya

Cara :
1. Panaskan minyak zaitun, kemudian masukkan bawang putih dan bawang merah. Tunggu sampai harum.
2. Tambahkan jagung bayi dan bunga kol. Aduk-aduk sampai rata.
3. Masukkan cabai hijau.
4. Tambahkan air setengah dari tinggi sayuran tersebut. Tunggu sampai mendidih. 

5. Matikan kompor dan siap disajikan.